Calendar
April 2017
M T W T F S S
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Beberapa waktu yang lalu mendadak nama Institut Pertanian Bogor mewarnai pemberitaan media massa di tanah air. Pasalnya penelitian yang dilakukan Dr. Sri Estuningsih seorang dosen Fakultas Kedokteran Hewan pada kurun waktu tahun 2003-2006 mendeteksi adanya kandungan bakteri Enterrobacter sakazakii pada beberapa susu formula yang beredar di masyarakat. Beliau menemukan sedikitnya 5 dari 22 susu formula (22,73%) yang diteliti mengandung bakteri Enterrobacter sakazakii. Enterrobacter sakazakii merupakan bakteri yang mudah berkembang pada substrat dengan kandungan protein tinggi salah satunya adalah susu. Pada penelitian tersebut, Dr. Sri Estuningsih mengujicobakan susu formula yang mengandung bakteri Enterrobacter sakazakii tersebut ke bayi mencit (bayi tikus), dengan dosis yang cukup besar dan terus-menerus. Hasilnya menunjukkan terjadi gangguan pada jaringan otak mencit tersebut.

Hasil penelitian ini kemudian dipaparkan pada Seminar Hasil Penelitian IPB pada tahun 2007 dan diunggah untuk dipublikasikan di website IPB sebagai hasil penelitian ilmiah pada tahun 2008. Sayangnya, pada saat itu belum ada peraturan yang menyatakan larangan peredaran susu yang mengandung Enterrobacter sakazakii di masyarakat. Hingga akhirnya dalam sebuah konferensi internasional beliau yang saat itu mewakili Asia menyampaikan hasil penelitiannya yang kemudian menghasilkan sebuah peraturan tentang tidak diperbolehkannya Enterrobacter sakazakii terkandung dalam suatu bahan pangan.

Belakangan IPB dituntut oleh seorang pengacara konsumen publik bernama David Tobing yang dulu sempat mencuat namanya saat menggugat Presiden SBY atas penggunaan lambang Garuda di dada kostum timnas Indonesia. Ia kemudian mengatasnamakan dirinya sebagai perwakilan masyarakat Indonesia yang resah karena hasil penelitian seorang peneliti IPB tentang Susu yang mengandung bakteri Enterrobacter sakazakii . Padahal saat itu konsumen yang didominasi ibu-ibu tidak pernah mempermasalahkan hal itu (Kompas online edisi Sabtu, 12 Februari 2011 | 14:22 WIB). Belakangan kemudian ia mengatasnamakan gugatannya atas dirinya sendiri yang memiliki dua orang anak. Ia merasa terancam dengan keberadaan susu formula yang beredar di pasaran saat ini.

Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc pada lokakarya kemahasiswaan (20 Februari 2011) di kampus IPB menjelaskan bahwa sebenarnya telah ada penelitian terbaru yang kembali meneliti susu formula yang beredar di masyarakat pada tahun 2008. Penelitian tersebut kemudian menunjukkan hasil sebanyak 96 produk susu formula telah bebas dari bakteri Enterrobacter sakazakii . Rektor IPB kemudian mengatakan seharusnya masyarakat tak perlu resah terhadap pemberitaan tentang penelitian sebelumnya yang menyatakan kandungan bakteri Enterrobacter sakazakii pada susu formula.

IPB  sebagai institusi pendidikan yang mempunyai kewenangan untuk melakukan penelitian ilmiah dan menjunjung tinggi etika akademik serta penelitian tentu tidak dapat menyampaikan informasi tersebut secara gamblang. Selain IPB bukan sebuah LSM yang mempublikasikan hasil-hasil temuannya, rektor IPB kemudian menyampaikan pertimbangan jika diumumkannya lima sampel produk susu formula tersebut akan menghasilkan kesan ketidakadilan antara produsen susu formula karena belum tentu produk-produk di luar sampel yang telah diteliti terbebas dari bakteri Enterrobacter sakazakii . Namun, sebenarnya hasil penelitian ini telah disampaikan kepada produsen susu yang bermasalah tersebut untuk dievaluasi lebih lanjut. Dalam hal ini IPB mengedepankan etika akuntabilitas sebagai pengembang ilmu pengetahuan dan selanjutnya melaporkan temuannya kepada pemerintah selaku pemegang otoritas kesehatan masyarakat untuk menindaklanjuti hasil riset tersebut. Terbukti sejak 2006 pemerintah melakukan tindakan konstruktif hingga bakteri Enterrobacter sakazakii tak lagi terdapat di produk susu manapun saat ini.

IPB sendiri hingga saat ini masih mengikuti prosedur hukum, meskipun kadang terkesan lebih sering disudutkan. IPB berpendirian teguh menjunjung tinggi etika akademik dan penelitian. Sejumlah Universitas ternama tanah air juga memberikan dukungan penuhnya terhadap IPB. Hingga saat ini tercatat ITB, USU, Universitas Andalas, dan Universitas Airlangga terus memberikan dukungannya. Civitas akademika IPB cukup gerah menanggapi statement anggota dewan yang mengatakan IPB sebagai ‘Institut Pengecut Bogor’. Kekesalan sejumlah mahasiswa IPB kemudian tergambar dari aksi update status serentak pada sebuah situs jejaring sosial pada Sabtu 19 Februari 2011. “KAMI civitas IPB yang FAHAM akan PROSEDURAL penelitian dan KODE ETIK tata cara publikasi hasilnya. KAMI ada di INSTITUSI BERMARTABAT, BUKAN untuk KEPENTINGAN POLITIK dan KEUNTUNGAN GOLONGAN atau PARPOL tertentu.” Status yang di-up date secara bersamaan ini, mengundang reaksi positif dari beberapa mahasiswa dari universitas lain seperti Universitas Negeri Semarang. Mahasiswa menganggap ada kepentingan ekonomi dan politik serta pengalihan isu-isu nasional yang sedang berkembang saat ini. Adapun IPB merupakan korban bagi kepentingan tersebut.

Mahkamah Agung telah memutuskan agar IPB segera mengumumkan kelima sampel susu formula yang dulu pernah mengandung bakteri Enterrobacter sakazakii. Entah sampai dimana batas hukum dapat menyentuh kegiatan akademik dan riset ilmiah, tapi yang pasti jika setiap penelitian kritis yang dilakukan ilmuwan perguruan tinggi dipaksa mengungkapkan dengan gamblang hasil penelitiannya kemudian ia dituntut, maka tak kan ada lagi penelitian kritis yang akan dilakukan oleh para ilmuwan. Alangkah lebih baiknya masyarakat mengetahui prosedur pembelian, penyimpanan, dan pembuatan produk pangan termasuk susu. Pengetahuan tentang batasan hidup bakteri Enterrobacter sakazakii yang mati pada suhu 70-80 ºC juga sangat penting bagi ibu-ibu, disamping kita mesti memahami bahwa adalah hak anak untuk lebih baik mengkonsumsi ASI dibandingkan susu formula.

Sebuah kisah menceritakan kapada kita bahwa berhak bagi Allah SWT untuk memasukkan Abu Bakar As-Siddiq kedalam jannah-Nya, hal ini dikarenakan amalnya yang begitu dahsyat. Pernah suatu saat Rasul bertanya pada para sahabat selepas shalat subuh tentang macam-macam amalan yang dapat mereka lakukan. Pertama Rasul bertanya tentang siapa yang telah menyantuni anak yatim pagi ini? beberapa dari sahabat mengacungkan tangannya. Kemudian beliau bertanya lagi siapa yang telah menyantuni janda pagi ini? begitupun beberapa dari mereka mengacungkan tangannya. Rasul melanjutkan pertanyaannya, siapakah diantara kalian yang pagi ini telah menjenguk orang sakit? Lagi-lagi beberapa dari mereka mengacungkan tangan. Terakhir Rasul bertanya siapakah diantara kalian yang pagi ini tekah mengantarkan jenazah. Dari keempat pertanyaan tadi hanya Abu Bakar seorang yang mengacungkan tangannya terus selama empat kali berturut-turut.Sebuah pelajaran bagaimana sahabat di masa lalu sangat bernafsu untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan yang secara tersirat juga menggambarkan bagaimana mereka menghargai waktu. Abu Bakar di pagi buta sebelum subuh ternyata sudah menyantuni anak yatim, menyantuni janda, menjenguk orang sakit bahkan mengantarkan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhirnya.Pernah terlempar kata-kata bijak bahwa orang yang paling baik dalam hidupnya adalah mereka yang senantiasa mengingat mati dan mempersiapkan untuk kedatangan ajalnya tersebut. Artinya sejalan dengan persiapannya itu ia akan terus beramal untuk mengisi pundi-pundi pahalanya. Namun yang terpenting dari semua amal-amal itu adalah konsistensi pelaksanaannya. Sebab Allah SWT lebih menyenangi mereka yang beramal walau sedikit dan ikhlas dari pada mereka yang sesekali beramal besar dengan tujuan tertentu dan tidak konsisten dalam pelaksanaanya.Ketika dikaitkan dengan kepemimpinan, maka sesuatu yang membuat seorang pemimpin rela berkorban adalah rasa tanggung jawabnya terhadap amanah-amanah yang diembannya dan rasa tanggung jawab itu pula lah yang mengantarkannya menghasilkan karya-karya dalam bentuk kerja nyata yang pada akhirnya mampu memberikan manfaat pada sesuatu yang ia pimpin. Allahu’a’lam bi shawaf.. (sigit)

Welcome
Selamat datang di muhammads09.student.ipb.ac.id semoga semua yang ada di web ini bermanfaat untuk anda
Blog Archives
Recent Comments
tentang sigit
koleris-melankolis cukup mewakili karakterku